Home
Pages
Visi, Misi, Tujuan dan Strategi Pencapaian

Visi, Misi, Tujuan dan Strategi Pencapaian


Visi :

Menjadi Perguruan Tinggi Berbasis Ilmu Terapan Dan Rekayasa Teknologi Dalam Kaidah Muttaqien.

 

Misi :

  1. Komunitas Keislaman dalam Peradaban Berbasis Ilmu Terapan dan Rekayasa Teknologi.
  2. Kajian serta Pengembangan Riset Ilmu Terapan dan Rekayasa Teknologi
  3. Pusat Pengembangan Keakhlian dan Keterampilan Teknis

 

Tujuan :

  1. Membangun fondasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam lingkungan Perguruan Tinggi Pendidikan Islam Muttaqien.
  2. Membentuk Komunitas yang mampu bertablegh dalam Sikap dan Prilaku Hidup.
  3. Menjadi Bagian yang berperan aktif dalam setiap Akselerasi Perubahan.
  4. Menjadi Tempat Kajian Tauhid dan Ilmu-ilmu terapan
  5. Pengembangan Riset ilmu-ilmu terapan serta Rekayasa dan Design Teknologi.
  6. Pengembangan technopreneurship dalam mewujudkan kemandirian Alumni STT DR. KHEZ. Muttaqien Purwakarta.
  7. Membangun sistem dan proses pengelolaan perguruan tinggi yang akuntable.
  8. Membangun daya dukung sarana prasarana menjadi bagian fasilitasi percepatan dan pertumbuhan basis-basis keakhlian technopreneurship
  9. Menciptakan peran serta perguruan tinggi di lingkungan masyarakat secara optimal dan profesional.

 

Strategi Pencapaian :

  1. Terbentuk tradisi akademik dan ilmiah dalam wujud kegiatan Pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dilingkungan perguruan tinggi Pendidikan Islam Muttaqien.
  2. Terbentuk Komunitas yang mampu bertablegh dalam Sikap dan Prilaku Hidup.
  3. Terbentuk tradisi pengelolaan dan pengembangan institusi yang aktif dan partisipatif ditengah – tengah Akselerasi dan dinamika Perubahan.
  4. Terbentuk tradisi aktif untuk melakukan kajian dan implementasi keislaman dalam sain terapan dan teknologi
  5. Terbentuk tradisi aktif dan partisipatif terlibat dalam Pengembangan Riset ilmu-ilmu terapan serta Rekayasa dan Design Teknologi.
  6. Terbentuk tradisi inovatif dalam memunculkan gagasan – gagasan kreatif mewujudkan pengelolaan dan kemandirian masyarakat dalam dunia technopreneurhip.
  7. Terbentuk tradisi pengelolaan dan pengembangan institusi yang dapat dipertangungjawabkan secara nalar terhadap diri pribadi dan masyarakat khususnya kepada Allah Subhanahu wa ta’alaa.
  8. Terbentuk kemampuan nalar yang kritis dan kreatif dalam melakukan fasilitasi percepatan dan pertumbuhan basis-basis keakhlian technopreneurship.
  9. Membawa pengelolaan dan pengembangan institusi yang berperan di lingkungan masyarakat secara optimal dan profesional.