Home
news
Sumpah Pemuda Di Warung Kopi

Sumpah Pemuda Di Warung Kopi


Senin, 2018-11-19 - 22:07:02 WIB

STT-Muttaqien. Wilayah Purwakarta diguyur hujan tepat pada peringatan Sumpah Pemuda ke-90, Minggu 28 Oktober 2018. Namun, hal itu justru menambah syahdu suasana di kedai kopi bernama Hexa Space di Jalan Basuki Rahmat, Sindangkasih yang menjadi tempat berkumpul puluhan kaum muda yang berdiskusi mencari makna Sumpah Pemuda pada peran mereka dalam mengisi pembangunan.

Ditemani secangkir kopi dan makanan ringan, peserta disuguhkan talkshow bisnis ekonomi kreatif, workshop bikin kopi, tips nulis dan hiburan yang menyenangkan.

Digagas oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STT Muttaqien Purwakarta, diskusi yang berfokus pada isu ekonomi kreatif itu diikuti oleh simpul-simpul komunitas pelaku ekonomi kreatif dan organisasi kemahasiswaan di Purwakarta, seperti Komunitas Pena dan Lensa (Kopel), Komunitas Penulis nyimpang.com, Pustakaki, Kolektifa Swakelola, Suara Saudari, Purwakartangopi dan Perhimpunan Mahasiswa Purwakarta (Permata). 

Sementara, bertindak sebagai pembahas di kesempatan itu adalah Kepala Bidang (Kabid) Industri Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Purwakarta, Tiktik Kartika Wulansari yang mewakili Bupati Purwakarta, Hj. Anne Ratna Mustika yang berhalangan hadir. 

Menggerakkan Motivasi Bisnis

Ditemui disela acara, Presiden Mahasiswa BEM STT Muttaqien Purwakarta, Asan Sholahudin mengatakan bahwa acara yang di-inisiasi pihaknya ditujukan untuk memotivasi kalangan muda agar mau memulai bisnis sejak dini. Salah satu pilihan bisnis yang paling ke-kini-an, imbuhnya, adalah ekonomi kreatif. 

"Banyak kalangan muda di Purwakarta khususnya yang takut untuk memulai bisnis, karena banyak alasan. Untuk mengatasi hal tersebut, kami rasa perlu gerakan bersama agar bisa saling memotivasi satu sama lain untuk segera memulai bisnis. Dan salahsatu pilihan bisnis yang paling sesuai dengan kondisi zaman saat ini adalah ekonomi kreatif, yaitu bagaimana suatu gagasan dapat dikembangkan dan memiliki nilai ekonomis," katanya. 

Sementara, Kabid Industri Disperindag Purwakarta, Tiktik Kartika Wulansari dalam paparannya menjelaskan bahwa leading sector ekonomi kreatif di Purwakarta hingga saat ini belum ada, sebab tidak ada Peraturan Daerah (Perda) yang memayunginya. Namun begitu, ada beberapa irisan terhadap ekonomi kreatif yang berada di bidang tugas Disperindag Purwakarta, seperti misalnya yang berkaitan dengan Usaha Kecil Menengah (UKM). 

Dalam kaitannya dengan upaya pengembangan bisnis, lebih khusus yang berskala UKM, sambung Tiktik, Pemerintah telah mengeluarkan sejumlah kebijakan. Ada insentif sebesar 30 persen yang diberikan pemerintah untuk pembelian alat-alat kebutuan produksi. 

"Jadi, ada bantuan insentif 30 persen dari Pemerintah untuk pembelian alat-alat produksi bagi UKM, asal jumlahnya di atas 10 juta, baik kredit maupun tunai. Jadi, tinggal ditunjukkan faktur pembeliannya dan nanti diverifikasi. Kalau sesuai kriteria, maka Pemerintah akan mengganti biaya pembelian sebesar 30 persen. Selain itu, ada juga bantuan berbentuk hibah yang diberikan untuk pelaku usaha. Informasinya bisa dicek di Bagian Kesejahteraan (Kesra) Pemkab Purwakarta," ujarnya.


Share Berita


Komentari Berita